


Bandung, 26 Februari 2026 — Asosiasi Semen Indonesia (ASPERSSI) secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang diwakili langsung oleh Gubernur Dedi Mulyadi di Gedung Sate, Bandung.
Perjanjian Kerjasama (MoU) ini berfokus pada Pengelolaan Sampah Regional Berkelanjutan di Jawa Barat, dengan tujuan yang jelas: mempercepat terwujudnya lingkungan yang lebih bersih dan bebas sampah melalui pengolahan sampah padat perkotaan menjadi Bahan Bakar dari Sampah (RDF), yang akan digunakan sebagai bahan bakar alternatif di industri semen.
Perjanjian ini bertujuan untuk:
- Mengembangkan dan melaksanakan program-program yang mendukung pengolahan limbah menjadi RDF.
- Strengthen technology, infrastructure, financing options, and data exchange
- Mapping dan mempersiapkan pabrik semen di Jawa Barat sebagai pembeli RDF yang memenuhi syarat.
- Memfasilitasi kerja sama antara pemerintah provinsi dan pelaku industri semen.
Perjanjian Kerjasama (MoU) ini menunjukkan komitmen kuat industri semen di Jawa Barat — termasuk SBI (Grup SIG), Indocement, dan Semen Jawa — untuk menjadi bagian dari solusi terhadap tantangan pengelolaan limbah perkotaan. Dengan memanfaatkan RDF sebagai bahan bakar alternatif, kami mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sambil secara langsung mendukung peta jalan dekarbonisasi industri.
Saat ini, sekitar 20 kota di Indonesia telah mengoperasikan pabrik RDF, termasuk 5 kota di Jawa Barat. Selain itu, 8 kota lain di Jawa Barat sedang dalam tahap perjanjian kerja sama (MoU) untuk pengembangan RDF. Menjelang tahun 2030, diperkirakan industri semen di Jawa Barat saja dapat menyerap sekitar 2.800 ton per hari (tpd) RDF, menunjukkan potensi besar dari kolaborasi ini.
Nationally, the cement industry continues to increase the use of alternative fuels, including RDF, as part of our broader commitment to reducing greenhouse gas emissions and accelerating the energy transition.
Upacara penandatanganan, yang diselenggarakan bersamaan dengan beberapa perjanjian kerja sama (MoU) lainnya antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan berbagai pemangku kepentingan, mencerminkan pendekatan tata kelola yang kuat dan kolaboratif di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi. Kemitraan ini menandai langkah penting dalam mengubah tantangan pengelolaan limbah menjadi solusi energi berkelanjutan untuk Jawa Barat yang lebih bersih dan hijau.